RAWALO – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Miftahul Huda Rawalo sukses menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Fondasi Kaidah Sintaksis Al-Qur’an dengan mengusung tema “Integrasi Metode Yusro dalam Penguatan Fondasi Epistemologi Sintaksis bagi Pembelajar Kontemporer”, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STIQ Miftahul Huda Rawalo dari semester 2, 4, dan 6. Workshop ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami struktur bahasa Arab Al-Qur’an secara sistematis menggunakan pendekatan yang lebih aplikatif.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua STIQ Miftahul Huda Rawalo, Abdul Gina Arrouf M., M.Pd. Beliau menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab bagi calon sarjana ilmu Al-Qur’an.
“Penting bagi mahasiswa untuk menguasai metode pembelajaran yang relevan. Metode Yusro hadir sebagai solusi untuk memperkuat fondasi epistemologi sintaksis, agar mahasiswa tidak hanya sekadar membaca, tetapi memahami konstruksi bahasa Al-Qur’an secara mendalam dan saintifik,” ujar Abdul Gina.
Dalam momen yang sama, STIQ Miftahul Huda Rawalo Banyumas secara resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gema Semesta Mengaji (GSM) Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di kedua lembaga.
Bertindak sebagai pemateri utama sekaligus mitra kolaborasi, Dr. Itah Miftahul Ulum, M.Ag., pendiri founder GSM Indonesia, memaparkan bagaimana Metode Yusro menyederhanakan kaidah sintaksis (nahwu) yang selama ini dianggap rumit.
“Tantangan mahasiswa kontemporer adalah menghubungkan teks klasik dengan pola pikir logis. Metode Yusro dirancang untuk membedah anatomi kalimat Al-Qur’an secara sistematis, sehingga mahasiswa dapat membangun pemahaman sintaksis yang kokoh tanpa harus merasa terbebani oleh kompleksitas gramatikal,” jelas Dr. Itah di hadapan peserta.
Workshop yang berlangsung secara interaktif melalui sesi teori dan simulasi praktik ini memberikan pengalaman belajar baru bagi mahasiswa. Diharapkan, melalui integrasi metode ini dan jalinan kerja sama yang telah terbangun, lulusan IAT STIQ Miftahul Huda Rawalo mampu menjadi pendidik maupun pengkaji Al-Qur’an yang cakap dan inovatif dalam mentransfer ilmu sintaksis kepada masyarakat luas.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama untuk merealisasikan butir-butir kesepakatan dalam MoU ke dalam agenda akademik yang berkelanjutan.
Dokumentasi

adminiat

